Setelah Indonesia sukses jadi negara swasembada, para petani mulai nyoba nyari tanaman lain yang punya nilai ekonomis tinggi. Salah satunya yha cabe ini. Mau cabe rawit, cabe merah besar, cabe keriting maupun paprika ternyata punya keistimewaan masing-masing. Dan pasti tanaman ini selalu dicari masyarakat.
Sayang, dibalik nilai ekonomis yang tinggi itu cabe punya risiko kegagalan yang sangat besar. Entah dari hama patogen ataupun kendala alam seperti hujan. Faktor tadi tu sebenarnya bisa kita tanggulangi kalu kita mau belajar dari seorang petani dari daerah Gelumbang, Sumatera Selatan yang juga berkali-kali mengalami kegagalan. Tapi dia gak putus asa,bro. Dia terus-menerus mencoba sampe akhirnya berhasil dapet keuntungan sebesar 9 juta rupiah dari 1/2 hektar tanahnya. Bener-bener patut kita tiru ni.. hehe
Di Indonesia sendiri sich, selain untuk kebutuhan dalam negeri cabe juga menambah nilai ekpor kita. Tahun '77 kita bisa ekspor 2319 ton cabe. Tahun '78 anjlok jadi 739 ton aja. Dan tahun '79 sampai '09 turun lagi jadi 100 - 270 ton saja. Sungguh aset negara yang disayangkan yha... Masalahnya ada pada penurunan kualitas cabe, yang disebabkan seleksi benih yang kurang baik dan teknik budidaya yang belum maksimal.
Kalau sudah begini, kita sebagai generasi muda yang harus peduli dong. Betul nggak ? Atau malah ada yang minat jadi juragan cabe.. Hehe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar